Sab. Agu 8th, 2020

Teras Berita

Terarah, Aktual, Cerdas

Ketika Penolakan Menjadi Bukti Kesalahan

2 min read

Oleh : Nadia Ridha

JAKARTA – Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mencatat 529 orang pedagang positif virus corona. Dari jumlah itu, 29 di antaranya meninggal dunia. Tak ayal, pasar dianggap menjadi kluster baru penyebaran Covid-19. Oleh sebab itu, pembukaan kembali pasar harus diprioritaskan akan tetapi pengawasan dan penegakkan protokol kesehatan di wilayah pasar harus dilakukan ketat. “Antara lain harus sering dilakukan rapid test terhadap semua awak pasar. Juga disediakan fasilitas pertolongan pertama darurat Covid,” pungkas Muhadjir.

Di sisi lain ratusan pedagang dan pengunjung pasar Pasar Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengusir petugas COVID-19 dari Gugus Tugas Kabupaten Bogor. Insiden itu terjadi Rabu (10/6). Berdasarkan video yang beredar, suasana di Pasar Cileungsi cukup mencekam ketika para massa berusaha mengusir petugas yang akan melakukan pemeriksaan. Anggota TNI dan Polri kemudian turun tangan untuk menenangkan massa.

Di saat penyebaran covid 19 semakin meningkat banyak masyarakat di beberapa daerah menolak pemeriksaan dan himbauan protokol kesehatan. Faktor penyebab penolakan tersebut di antaranya adalah mereka menganggap kasus corona ini di jadikan ladang bisnis semata dikarenakan inkonsistensi dan ketidak seriusan pemerintah dalam menangani kasus pandemi sejak awal menyebabkan menurunnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Sehingga masyarakat menyikapi penaatan terhadap protokol kesehatan dan pemeriksaan hanya membawa keuntungan bagi pemerintah dan kerugian bagi mereka.

Penolakan tersebut sebenarnya menggambarkan kualitas kepemimpinan yang masyarakat rasakan. Kepemimpinan benar tentunya tidak akan menjadikan masyarakat sebagai budak dalam mendapatkan kekuasaan individu semata. Sehingga tak mungkin kepamimpinan benar akan lahir dari peraturan dan sistem yang di ciptakan dari hawa nafsu manusia dengan segala keterbatasannya. Segala kehancuran yang semakin menjadi ini sebenarnya mengarahkan pada salahnya sistem yang selalu di pelihara tanpa segara menggantinya dengan sistem shahih yaitu sistem Islam yang telah terbukti memimpin selama 13 abad dan menjadikannya masa emas dalam perkembangan dunia.

Kepemimpinan Islam telah membuktikan kejayaannya dalam memimpin 2/3 dunia dengan menyelesaikan segala permasalahan dengan baik dan benar yang tentunya bukan berdasarkan keputusan manusia melainkan berdasarkan al Quran dan assunah. Sebagaimana firman Allah dalam QS Al-maidah : 50
أَفَحُكْمَ ٱلْجَٰهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ ٱللَّهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Artinya:
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?

Dalam kepemimpinan Islam negara sangat berperan besar untuk menuntaskan berbagai permasalahan di tengah masyarakat bukan untuk memanfaatkan tapi untuk menjalankan perintah Allah sebaik mungkin. Dengan demikian tidak ada alasan untuk menolak penerapan hukum Allah dalam mengatur makhlukNya dan hanya dengan Khilafah Islamiyah hukum Allah terlaksanakan secara keseluruhan di muka bumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.