Sab. Agu 8th, 2020

Teras Berita

Terarah, Aktual, Cerdas

Ketika Sekolah Buka Kembali, Senang atau Sedih?

2 min read

Oleh :Amma Faiq

Pemerintah telah mengumumkan bahwa tahun ajaran baru akan dimulai tanggal 13 Juli 2020. Terkait hal itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menegaskan, hanya sekolah di zona hijau yang dapat kembali membuka pengajaran secara tatap muka di tengah pandemi virus corona (tribunnews.com/05/06/2020). Meskipun boleh melakukan pembelajaran secara tatap muka, setiap sekolah tetap harus menggunakan protokol kesehatan Covid-19. Artinya sekolah harus tetap menerapkan social distancing, physical distancing, menggunakan masker dan sebagainya. Lalu, apakah ada jaminan keamanan keselamatan bagi warga sekolah jika sekolah kembali dibuka pada masa pandemi saat ini?

Faktanya, meskipun zona hijau dikatakan zona yang tidak memiliki pasien positif Covid-19 namun bukan berarti tidak ada kemungkinan bahwa daerah tersebut akan aman dari bahaya virus Corona. Sebab, zona merah yang terdapat di mayoritas wilayah negeri saat inipun dahulu adalah zona hijau. Sehingga, kebijakan adanya kebolehan melakukan pembelajaran secara tatap muka ini jelas membuat keresahan khususnya bagi stakeholder pendidikan. Mereka bingung dan ragu atas apa yang semestinya diambil atas kebijakan tersebut.

Disisi lain, kebijakan membolehkan dibukanya kembali sekolah secara tatap muka seakan menegaskan pemerintah tidak memiliki arah yang jelas terkait target pembelajaran di sekolah. Hal ini juga menunjukkan bahwa tidak ada integrasi kebijakan dengan “new normal life” yang ditetapkan pemerintah pusat. Sehingga stakeholder pendidikan kesulitan untuk menetapkan secara tegas apakah perlu tetap belajar di rumah ataukah secara tatap muka.

Terlebih lagi, tidak ada jaminan bahwa siswa akan tertib dalam mematuhi semua protokol kesehatan. Seperti tidak melakukan komunikasi jarak dekat dengan teman, tidak berkerumun, mengganti masker tiap 4 jam, dan lain-lain. Kalau sudah seperti ini, apakah sekolah secara tatap muka adalah jalan yang terbaik? Lantas, bagaimana pandangan Islam terhadap dunia pendidikan? Bagaimana pula jalannya pendidikan di masa pemerintahan Islam disaat pandemi seperti saat ini?

Perlu diketahui, bahwa tujuan pendidikan dalam pandangan Islam adalah membentuk kepribadian Islam. Pendidikan juga dijadikan sebagai salah satu upaya untuk membangun peradaban Islam. Namun, pendidikan tidak bisa berjalan begitu saja. Pelaksanaan sistem pendidikan harus didukung oleh sistem lain seperti sistem sosial, ekonomi, hukum dan pemerintahan itu sendiri.

Dalam pemerintahan Islam di bawah naungan Khilafah Islamiyah, berjalannya pendidikan ditengah pandemi harus diiringi dengan jaminan kesehatan yang diberikan oleh negara. Jika pendidikan belum dapat dilakukan secara tatap muka, maka pembelajaran tetap dapat dilakukan di rumah. Hal ini tentu saja harus didukung dengan sistem ekonomi yang stabil dan kecanggihan teknologi. Sehingga, masyarakat tidak akan resah terhadap kebijakan yang telah ditentukan.

Lebih dari itu, dalam Khilafah Islamiyah, pendidikan merupakan salah satu kebutuhan dasar setiap warga negara. Sehingga Khilafah wajib memberikan akses, fasilitas dan kemudahan agar pendidikan dapat berjalan dengan baik. Pendidikan juga ditopang oleh para guru atau pendidik serta stakeholder pendidikan yang berkompeten di bidangnya, memahami syariat Islam dan memiliki ketakwaan terhadap Allah SWT. Sehingga pendidikan dalam Khilafah Islamiyah mampu mencetak generasi robani, qurani dan kompetitif untuk menjalani kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.