Sab. Agu 8th, 2020

Teras Berita

Terarah, Aktual, Cerdas

Lama Tak Terdengar PP Tapera Hadir Kembali

2 min read

Oleh : Rifdatun Aliyah

Presiden Joko Widodo meneken Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera. Dengan adanya PP Tapera, maka perusahaan atau pekerja akan dipungut iuran baru. Gaji para pekerja siap-siap akan dipotong 2,5 persen untuk iuran Tapera tersebut (viva.co.id/03/06/2020).

Kewajiban iuran Tapera sebesar
2,5 % dari gaji yang diperoleh menambah daftar iuran bersama yang ditanggung perusahaan dan pekerja. Sebab, sebelumnya keduanya harus membayar iuran BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan dan JHT (Jaminan Hari Tua). Padahal, dana Tapera ini dirasa hanya memberikan sedikit manfaat pada pekerja karena jangka waktu iurannya yang sangat panjang. Selain itu, tidak ada kemudahan bagi peserta untuk melakukan klaim pengambilan dana tersebut.

Sehingga ketetapan PP Tapera menjadi indikasi bahwa pemerintah hanya ingin mengeruk dana masyarakat sebanyak mungkin. Tanpa memperhatikan kondisi rakyat yang sedang kesulitan khususnya akibat wabah yang menimpa dunia. Hal ini jelas jauh dari sifat pemimpin didalam kepemimpinan Islam. Sebab dalam Islam pemimpin adalah penangungjawab atas seluruh rakyat. Pemimpin dalam Islam harus memimpin berdasarkan apa yang telah Allah SWT jelaskan dalam Alquran dan hadis.

Namun, pemimpin ini hanya ada didalam sistem pemerintahan Islam yakni sistem Khilafah Islam. Dalam Khilafah Islam, kebutuhan tempat tinggal bagi seluruh rakyat menjadi tanggung jawab negara. Negara harus memfasilitasi rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Baik dari pemberian secara langsung atau kemudahan untuk memperolehnya. Khilafah Islam juga akan mengatur tata kelola kota agar pemukiman masyarakat dapat diatur secara sistematis dan strategis.

Sungguh, Allah SWT telah menunjukkan bahwa Islam adalah solusi terbaik bagi umat manusia. Tidak seperti sistem kapitalisme yang sarat atas asas manfaat. Allah SWT berfirman dalam surat Al Maidah ayat 50 yang artinya, “apakah hukum jahiliyah yang kalian kehendaki? hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?”. Wallahu a’lam bishowab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.