Sab. Agu 8th, 2020

Teras Berita

Terarah, Aktual, Cerdas

LISTRIK MAHAL DI MASA PANDEMI, RAKYAT SEJAHTERA?

2 min read

Oleh: Ummu Al-Mubarok

Listrik merupakan hal yang penting untuk saat sekarang ini, karena semua aktivitas bergantung pada listrik. Dalam rumah tangga semua serba listrik mulai dari masak, mencuci, setrika, bersih-bersih dan lain sebagainya. Ketika listrik itu mahal maka orang-orang ini yang tergantung pada listrik akan mengalami penderitaan.

Belakangan ini banyak masyarakat yang mengeluh karena adanya lonjakan listrik. Seperti di Jakarta masyarakat keluhkan soal tagihan listrik yang membengkak kembali merebak. Masyarakat memperkirakan ada kenaikan tarif listrik secara diam-diam atau ada subsidi silang yang diterapkan untuk pengguna daya 450 VA dan 900 VA.

Sehingga direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril memastikan seluruh anggapan itu tidak benar. PLN tidak pernah menaikkan tarif listrik karena bukan kewenangan BUMN. PLN tidak melakukan kenaikan tarif karena tarif itu adalah domain pemerintah.

Mereka berpendapat penyebab semua ini karena banyaknya aktivitas di dalam rumah pada saat pandemic Covid-19 ini. Ada juga yang mengatakan ada kesalahan petugas dalam pencatatan meteran listrik.
Sebagaimana diketahui, akhir Mei 2020 lalu, petugas pencatatan listrik sudah diizinkan kembali melakukan pencatatan meter secara langsung ke rumah pelanggan pascabayar untuk tagihan rekening bulan Juni 2020. (finance.detik.com/7/6/2020)

Mengapa persoalan listrik ini semakin mahal?apalagi sekarang di masa pandemic yang semua rakyat semakin sulit untuk hidup karena banyaknya PHK ataupun penghasilan yang sangat berbeda dengan yang waktu yang normal.

Seperti inilah ketika para penguasa tidak memperhatikan kondisi rakyat akibat tunduknya mereka kepada aturan yang tidak berasal dari Islam, sehingga semua menjadi naik dan mahal. Apalagi semua persoalan ekonomi diserahkan kepada asing yang bisa di privatisasi perorang.

Ini menegaskan pemerintah tidak peduli terhadap kesulitan rakyat dan sektor strategis layanan publik tidak menyesuaikan pelayanannya dengan pendekatan meringankan kesulitan yg dihadapi masyarakat di masa pandemic.
Adapun dalam Islam mengharuskan seluruh aspek kenegaraan wajib diatur berdasarkan syariat Islam. Islam telah menegaskan bahwa listrik yang digunakan sebagai bahan bakar masuk dalam kategori ’api’ yang merupakan barang publik. Rasulullah saw bersabda:
”Manusia berserikat pada tiga hal: air, api dan padang gembalaan.” (HR. Muslim dan Abu Daud)

Ditambah lagi, sebagian besar sumber energi dalam memproduksi listrik baik yang dikelola oleh PLN maupun swasta merupakan barang-barang tambang yang juga merupakan barang publik seperti minyak bumi, gas dan batu bara.

Selain itu pengelolaan barang publik hanya dikelola negara demi kemaslahatan rakyat. Selain itu barang tersebut tidak boleh dimiliki dan dikuasai oleh swasta baik domestik ataupun asing karena semua itu bersifat umum dan untuk rakyat.

Adapaun mekanisme distribusinya sepenuhnya diserahkan kepada kepala Negara. Dengan demikian, barang publik tersebut dapat digratiskan seperi air dan listrik yang didistribusikan sesuai dengan kebutuhan rakyat tanpa ada yang diistimewakan atau dikecualikan.

Oleh karena itu hanya dengan aturan Islam rakyat bisa sejahtera dan mendapatkan pelayanan yang gratis dan mudah juga sangat baik dalam pengelolaannya. Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.