Sab. Agu 8th, 2020

Teras Berita

Terarah, Aktual, Cerdas

LISTRIK.. OH..LISTRIK.. KENAPA KAU NAIK??

3 min read

Oleh : Ummu Adib

Lagi dan lagi, untuk kesekian kalinya tagihan listrik mengalami kenaikan. Tidak tanggung-tanggung kenaikannya bahkan sampai empat kali lipatnya. Masyarakat yang sudah terpuruk secara ekonomi di masa pandemi  sangat mengeluhkan kenaikan listrik di bulan Juni ini. Mereka mencurigai ada kenaikan tarif listrik secara diam-diam atau ada subsidi silang yang diterapkan untuk pengguna daya 450 VA dan 900 VA.

Dilansir dari Detikfinance, Sabtu (6/6/2020), merespons keluhan-keluhan tersebut, PT PLN (Persero) angkat suara. Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril memastikan seluruh anggapan itu tidak benar. PLN tidak pernah menaikkan tarif listrik karena bukan kewenangan BUMN.

“Pada intinya bahwa PLN itu tidak melakukan kenaikan tarif karena tarif itu adalah domain pemerintah. Kan sudah ada UU yang diterbitkan pemerintah melalui Kementerian ESDM. Jadi PLN tidak akan berani karena itu melanggar UU dan melanggar peraturan dan bisa dipidana bila menaikkan tarif,” ujar Bob dalam konferensi pers bertajuk ‘Tagihan Rekening Listrik Pascabayar’, Sabtu (6/6/2020).

Bob menegaskan kenaikan tagihan listrik itu murni disebabkan oleh kenaikan pemakaian karena banyaknya kegiatan yang dilakukan di rumah dibandingkan kegiatan sebelumnya pada era normal. Ia juga membantah tuduhan adanya subsidi silang untuk pelanggan 450 VA maupun 900 VA. Sebab, terkait subsidi, hal itu bukan wewenang PLN.

Apapun alasan dan argumen yang disampaikan oleh pihak PLN, masyarakat pantas marah dan geram, sebab listrik merupakan salah satu kebutuhan yang mendasar di era globalisasi saat ini. Tanpa listrik aktivitas perekonomian akan macet karena industri-industri sangat bergantung pada keberadaannya. Pun dalam ranah domestik, semua membutuhkan listrik. Jadi jika harga listrik mahal, jelas sangat membebani masyarakat. Suplai listrik yang murah menjadi hal yang krusial untuk dipenuhi. Dengan suplai energi listrik yang terjangkau, aktivitas ekonomi masyarakat bisa berkembang dan kehidupannya bisa dipermudah. Sayang sekali, kenyataan sekarang menunjukkan sebaliknya. Negara justru tak perduli dengan kesejahteraan rakyatnya dan cenderung menyusahkan rakyatnya dengan tingginya harga kebutuhan hidup mereka

Negara terkesan lepas tangan dan melemparkan tanggung jawabnya kepada pihak lain.Tengoklah bagaimana layanan kesehatan masyarakat yang diserahkan kepada pihak BPJS yang notabene dikelola oleh swasta. Bahkan tega menaikkan iurannya di saat masyarakat mengalami kesulitan ekonomi di tengah pandemic covid 19 ini.  

Alih-alih berusaha keras menghadapi masalah virus corona dan memikirkan keselamatan rakyatnya,  pemerintah justru sibuk memikirkan kepentingan ekonomi. Sibuk memikirkan bagaimana caranya memalak uang rakyat di berbagai sektor. Gaji ASN dipangkas dengan berbagai alasan, dana haji diembat bahkan berujung dibatalkannya haji tahun ini.  

Di sisi lain kran masuknya tenaga kerja asing tetap dibuka lebar, sementara anak negeri banyak yang di PHK. Ini tentu sangat menyakitkan bagi masyarakat. Seolah mereka bertanya pemerintah berada di pihak siapa? Rakyatnya atau asing?  Belum lagi wacana New Normal Life yang sebentar lagi akan diterapkan di tengah tingginya jumlah korban yang terpapar virus Covid 19 ini. Sungguh sebuah kebijakan yang sembrono, dan tidak memperdulikan keselamatan rakyatnya.

Inilah bukti bahwa di sistem kapitalis sekuler ini rakyat bukan prioritas negara. Apalagi di tengah pandemi seperti saat ini, negara justru abai pada nasib rakyatnya. Sejatinya negara memiliki porsi kewenangan terbesar dalam mengatur berbagai regulasi dalam negeri. Sayangnya di tengah kondisi pandemi sekali pun, negara tak menjadikan kewenangan tersebut sebagai cara untuk mengurangi beban rakyat.

Jika pihak PLN berdalih bahwa lonjakan tagihan listrik karena pemakaian yang meningkat akibat dirumahkannya segala aktivitas warga dan kenaikan TDL adalah kewenangan pemerintah, bukankah mudah bagi pemerintah menggunakan kewenangan tersebut untuk membantu dengan memberikan subsidi listrik di tengah kondisi pandemi hari ini?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.