Sab. Agu 8th, 2020

Teras Berita

Terarah, Aktual, Cerdas

Mengapa RUU HIP Harus Ditolak?

2 min read

Oleh : Ummu Ash Shofi

Penundaan pembahasan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang dilakukan oleh DPR hingga saat ini masih memanas. RUU HIP menuai kontroversi dan penolakan dari berbagai pihak. Salah satunya dari organisasi keagamaan Islam. NU, Muhammadiyah, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak sepakat dan minta agar RUU tersebut dibatalkan (bontangpos.id/17/06/2020).

Terdapat pula berbagai alasan mengapa RUU HIP ini ditolak. Salah satunya adalah tidak dimuatnya TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1996 tentang Larangan Ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme. Sehingga dapat dikatakan bahwa RUU HIP justru akan membangkitkan kembali komunisme yang pernah ada di Indonesia. Jelas hal ini akan membahayakan bagi umat Islam. Sejarah telah menunjukkan bahwa komunisme yang berkembang karena keberpihakan rezim Orde Lama telah membawa duka mendalam bagi umat Islam khususnya para ulama.

Lebih dari itu, RUU HIP juga telah memangkas Pancasila yang merupakan lima dasar menjadi trisila yang akhirnya menjadi ekasila yaitu Gotong Royong. Sehingga hal ini juga akan mengikis sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Padahal, sila pertama merupakan hal yang terpenting bagi masyarakat Indonesia yang beragama dan memiliki spirit melakukan kebaikan.

Aroma sekulerisme juga masih kuat didalam RUU HIP ini. Pada pasal 43 huruf c dituliskan bahwa Pembangunan Nasional terdiri dari bidang politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya, mental, spiritual, pertahanan dan keamanan yang berlandaskan pada sistem nasional ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini jelas meniadakan peran agama dalam mengatur semua urusan negara bahkan untuk urusan spiritual. Sebab hal tersebut akan dipertimbangan dan diambil keputusan berdasarkan perkembangan iptek.

Sayangnya, ditengah keresahan masyarakat terhadap RUU ini, masih saja dimanfaatkan oleh oknum yang tidak menyukai khilafah sebagai bagian dari ajaran Islam. Sekjen PDIP, Hasto Kritiyanto menegaskan partainya setuju melarang ideologi marxisme-komunismes, kapitalisme-liberlisme, radikalisme, namun juga menolak bentuk khilafahisme. Sehingga adanya tambahan khilafahisme ini merupakan kesempatan yang diambil agar masyarakat turut serta menjauhi ide khilafah.

Padahal, Khilafah bukanlah sebuah ideologi. Khilafah adalah bentuk pemerintahan yang menerapkan seluruh syariat Islam. Khilafah hadir sebagai konsekuensi keimanan umat Islam dalam menjalankan seluruh perintah Islam. Khilafah juga hadir dalam rangka menyelesaikan semua permasalahan manusia sesuai ajaran Islam. Menyampaikan dakwah Islam dan menebar rahmat keseluruh umat manusia. Hal itu dibuktikan dengan keberadaan Khilafah lebih dari 13 abad yang juga telah menguasai dua pertiga wilayah dunia sebelum para kafir penjajah berusaha keras meruntuhkan Khilafah.

Oleh karena itu, RUU HIP harus ditolak dan dibatalkan. Sebab memiliki kecacatan dan kerusakan mulai dari filosofi maupun isi. RUU ini juga akan menimbulkan bahaya bagi Islam dan kaum muslimin. Sudah saatnya umat Islam sadar dan bangkit untuk membela dan memperjuangkan Islam. Hal ini merupakan bukti keimanan kita kepada Allah SWT dan juga mengikuti Rasulullah SAW sebagai suri tauladan saat beliau SAW menebarkan Islam dan menjadikannya sebagai sistem untuk menjalani kehidupan.

Allah SWT berfirman dalam al Quran surat An Najm ayat 2-4 yang artinya, “kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru. Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.