Sab. Agu 8th, 2020

Teras Berita

Terarah, Aktual, Cerdas

10 Malam Terakhir Ramadhan : “Tetap Social Distancing dan Saatnya Munajat Kepada Allah Semoga Segera Berakhir Covid – 19”

3 min read

Oleh : Syamsul Arifin

Alhamdulillah Allah mempertemukan kita dengan 10 Malam terakhir Ramadhan 1441 H. Semoga kita senantiasa diberikan kesempatan memperbanyak amal Ibadah dan bertemu dengan malam Lailatul Qodar.

Saatnya kita munajat kepada Allah SWT. Semoga Covid – 19 segera berakhir karena Covid – 19 sampai kini masih belum berakhir.

Ikhtiyar, doa dan tawakkal harus kita lakukan. Tetap kita social distancing, hanya saja memang perlu kerjasama yang baik semuanya. Bahkan Islam telah memberikan contoh yang baik pada masa pemerintahan Umar Bin Khattab dalam menghadapi wabah penyakit.

Tahun ke delapan hijriah, suatu hari, Khulafaur Rasyidin Umar bin Khattab bersama pasukannya melakukan perjalanan dari Madinah menuju Syam. Namun, saat akan memasuki wilayah Saragh, tepatnya di dekat perbatasan Hijaz, seorang komandan perang bernama Abu Ubaidan bin Al-Jarrah memberitahukan bahwa kota Saragh itu sedang dilanda wabah penyakit menular.
Umar menghentikan perjalanannya, lalu bermusyawarah dengan para pasukannya dan juga memanggil para Muhajirin. Diskusi digelar untuk mencari kesepakatan antara melanjutkan perjalanan atau kembali ke Madinah. Perdebatan pun terjadi antara tokoh senior Muhajirin dengan Umar.

Sebagian berpendapat agar perjalanan menuju Syam dilanjutkan untuk bergabung dengan kekuasaan Islam. Namun, sebagian lainnya meminta agar Khalifah Umar kembali pulang ke Madinah.

Lalu, karena tak ada titik temu, Umar kemudian mengundang pasukan lain sebagai bahan pertimbangan. Ia memanggil orang-orang Anshar.

Ibnu Abbas pun memanggil orang-orang Anshar. Namun tetap saja, tak ada titik temu yang dihasilkan.

Umar kembali meminta pendapat orang lain. Ia mengajak para pemimpin Quraisy yang turut hijrah saat penaklukan Mekah.

Seorang pemipin Quraish berpendapat agar sebaiknya pasukan pulang ke Madinah daripada melanjutkan perjalanan dengan risiko tertular penyakit di Saragh.

Umar pun memutuskan untuk mengurungkan niat pergi ke Syam dan memilih kembali ke Madinah. Namun, keputusan ini kembali memunculkan pertentangan. Abu Ubaidah mengungkapkan kekecewaannya. “Wahai Amirul Mukminin, apakah kita hendak lari dari takdir Allah?” kata Abu Ubaidah.

Umar pun menjelaskan keputusannya dengan menggunakan analogi menggembalakan unta.

“Jika engkau menggembalakan untamu di tempat tandus adalah sebuah takdir Allah, lalu bukankah dengan memilih menggembalakan unta di tempat subur juga merupakan takdir Allah? Kita akan lari dari satu takdir Allah menuju takdir lainnya.” jawab Umar.

Sementara Umar masih berusaha meyakinkan Abu Ubaidah, datanglah Abdurrahman bin Auf yang membantu menjelaskan. Abdurrahman berkata bahwa keputusan Umar mirip dengan sabda Rasulullah SAW: “Apabila kalian mendengar ada wabah di suatu daerah, maka janganlah kalian mendatanginya. Sebaliknya, kalau wabah tersebut berjangkit di suatu daerah sedangkan kalian berada di sana, maka janganlah kalian keluar melarikan diri darinya,” kata Abdurrahman mengutip sabda Rasul.

Umar dan pasukannya pun memutuskan untuk kembali ke Madinah.

Jadi, Islam begitu perhatian sekali agar tidak terjadi penyebaran atau penularan semakin banyak maka penting adanya social distancing atau loucdown, dll sebagaimana kebijakan khalifah Umar Bin Khattab dalam kisah di atas.

Maka, tentu kita semakin prihatin ketika sebaran yang kena covid 19 ini kemana – mana bahkan berbagai propinsi sudah banyak yang zona merah. Kita serba sulit, disatu sisi kita memang harus jaga jarak atau dirumah saja tapi disisi yang lain kita butuh bertahan hidup akhirnya terpaksa mencari nafkah diluar rumah dalam keadaan terpaksa. Tapi seandainya segala kebutuhan masyarakat ada yang menanggungnya, misalnya pemerintah maka insya Allah masyarakat akan banyak yang dirumah saja. Semoga kita semua bisa bersama – sama menyelesaikan masalah covid 19 ini.

Disamping kita harus social distancing maka perlu kita meningkatkan munajat kita di 10 malam terakhir Ramadhan ini dengan harapan covid 19 segera berakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.