Sel. Des 10th, 2019

Teras Berita

Terarah, Aktual, Cerdas

GURU PAHLAWAN DUNIA – AKHIRAT (Selamat Hari Guru 25 November 2019)

2 min read

Oleh : Syamsul Arifin

Alhamdulillah kita bisa mengenal Allah berkat adanya Guru

Alhamdulillah kita bisa ber – Islam berkat adanya Guru

Alhamdulillah kita bisa baca – tulis berkat adanya Guru

Alhamdulillah kita bisa memahami yang haq dan yang bathil berkat adanya Guru

Bahkan Sayyidina Ali pernah berkata :

قال على رضى الله عنه: أنا عبد من علمنى حرفا واحدا، إن شاء باع، وإن شاء استرق.

Sayyidina Ali ra berkata: “Sayalah menjadi hamba sahaya orang yang telah mengajariku satu huruf. Terserah padanya, saya mau dijual, di merdekakan ataupun tetap menjadi hambanya.”

Betapa besar jasanya seorang guru sampai sayyidina Ali menyatakan hal seperti itu. Sungguh celaka bagi orang – orang yang menyepelekan Guru – gurunya.

Ingatkah kita ketika Negara Jepang pernah terpuruk dengan hancurnya kota Nagasaki dan Hiroshima oleh serangan bom Amerika? Jepang saat itu lumpuh total, korban meninggal mencapai jutaan, bangunan gedung mewah hangus bagaikan padang pasir putih yang mengkilau di pinggir pantai tanpa halangan apapun, efek radiasi bom yang diperkirakan membutuhkan 50 tahun lamanya untuk menghilangkan semuanya. Jepang saat itu terpaksa menyerah kepada sekutu, dan setelah itu Kaisar Hirohito mengumpulkan semua jenderalnya yang masih hidup dan menanyakan kepada mereka “Berapa jumlah guru yang masih tersisa?“.

Para jenderalnya pun bingung mendengar pertanyaan Kaisar Hirohito dan menegaskan kepada Kaisar bahwa mereka masih bisa menyelamatkan dan melindungi Kaisar walau tanpa guru. Namun, Kaisar Hirohito kembali berkata, “Kita telah jatuh, karena kita tidak belajar. Kita kuat dalam senjata dan strategi perang, akan tetapi kita tidak tahu bagaimana mencetak bom yang sedahsyat itu. Kalau kita semua tidak bisa belajar bagaimana kita akan mengejar mereka? Maka kumpulkan sejumlah guru yang masih tersisa di seluruh pelosok kerajaan ini, karena sekarang kepada mereka kita akan bertumpu, bukan kepada kekuatan pasukan.”

Cerita diatas mengajarkan dan dijadikan sebagai renungan kita bersama terutama para guru, apakah guru-guru yang dimiliki bangsa ini merupakan guru-guru yang pantas dibanggakan sebagaimana guru-guru Jepang yang dibanggakan Kaisar Hirohito pada tahun 1945 silam? Oleh karena itu, guru perlu dihargai karya pengabdiannya.

Bahkan Islam sangat menghargai profesi Guru, mari kita lihat bagaimana gaji guru dalam Daulah Khilafah Islamiyah, misalnya pada masa Khalifah Umar Bin Khattab menjadi Khalifah
Sebagai perbandingan, Imam Ad Damsyiqi menceritakan sebuah riwayat dari Al Wadliyah bin Atha yang menyatakan bahwa, di Kota Madinah ada tiga orang guru yang mengajar anak-anak.

Khalifah Umar bin Khatthab memberikan gaji pada mereka masing-masing sebesar 15 dinar (1 dinar = 4,25 gram emas).

Jika dikalkulasikan, itu artinya gaji guru sekitar Rp 30.000.000. Tentunya ini tidak memandang status guru tersebut PNS atau pun honorer. Apalagi bersertifikasi atau tidak, yang pasti profesinya guru.

Sungguh luar biasa Pemimpin Islam memuliakan seorang Guru.

Semoga kita semua, bangsa kita kedepan akan semakin menghormati para Guru, emnghargai jasa – jasanya, menghargai karya – karyanya. Asporasinya diperhatikan. Insya Allah bangsa kita kedepan akan menjadi bangsa yang hebat.

Terima kasih ku ucapkan kepada Guru – guru kami baik yang mengajarkan kami satu huruf maupun lebih. Kami tidak bisa membalas jasa – jasa panjenengan semua kecuali hanya bisa mendoakan Jazakumullah bil – Jannah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.