Sab. Sep 19th, 2020

Teras Berita

Terarah, Aktual, Cerdas

JADI SANG JUARA DENGAN TEORI BAKAR JEMBATAN

3 min read

Oleh : Syamsul Arifin

“Di belakang kita lautan, di depan kita musuh. Kita tidak dapat melarikan diri. Demi Allah Subhanahu Wata’ala Subhanahu Wata’ala, kita datang ke bumi Andalusia untuk menjemput syahid atau meraih kemenangan”

Thariq Bin Ziyad, Panglima penakluk Andalusia. Bahkan dari kisah Thariq bin Ziyad ini bisa kita ambil hikmahnya, berikut ini sepenggal kisahnya : Tak hanya memilih pasukan terbaik, untuk menjemput kemenangan di medan perang, pasukan Thariq bin Ziyad menerapkan strategi perang pilihan. Dalam persoalan perang, Thariq membagi pasukannya menjadi empat kelompok pasukan. Kelompok pertama, pasukan pemanah yang dipimpin Amir dan berada di garda terdepan. Pasukan kedua, pasukan berkuda dipimpin Sufyan bertugas menggempur musuh dari sayap kiri. Pasukan ketiga, pasukan pejalan kaki menyerang dari sayap kanan dan pasukan terakhir dipimpin Thariq sebagai pasukan pendukung ketiga pasukan yang terbentuk.

Pembagian pasukan itu, terhitung unik sebab panah yang dilepaskan dari busur akan membunuh terlebih dahulu pasukan musuh. Memakai pasukan panah di depan adalah kunci strategis untuk mengalihkan perhatian musuh hanya terarah kepada satu kelompok pasukan saja. Jika strategi itu berhasil, serangan sayap kanan dan kiri tentu tidak terduga. Apalagi Thariq menyiapkan pasukan pendukung yang tak mudah diprediksi lawan.

Tidak hanya membagi pasukan, Thariq juga menerapkan strategi perang yang terbilang gila untuk ukuran zamannya, Thariq meminta kapal perang yang membawa pasukannya dari Afrika ke Andalusia dibakar. Strategi ini dipakai sebab dikhawatirkan kelak kendaraan dan alat perang tersebut jatuh ke tangan musuh. Sambil berdiri di puncak Jabal Thariq, panglima perang terbaik Islam ini berpidato lantang;

“Di belakang kita lautan, di depan kita musuh. Kita tidak dapat melarikan diri. Demi Allah Subhanahu Wata’ala , kita datang ke bumi Andalusia untuk menjemput syahid atau meraih kemenangan. Demi Allah Subhanahu Wata’ala jika kita mundur, lautan akan menenggelamkan kita. Jika kita maju, musuh telah menanti kita. Kita hanya memiliki senjata, jika kita tenggelam di laut, nama kita tercemar dan Allah Subhanahu Wata’ala akan mencabut rasa gentar di hati musuh. Jika kita maju, Allah Subhanahu Wata’ala akan membuat musuh takut. Syahid dan syurga menunggu kita. Allah Subhanahu Wata’alau Akbar,” teriak Thariq mengobarkan semangat pasukan Islam (https://m.hidayatullah.com/kajian/sejarah/read/2013/11/05/7157/pentingnya-meneladani-spirit-panglima-thariq-bin-ziyad.html).

Saudaraku yang dirahmati Allah dari kisah diatas al – Faqir dapat meneladani dan menemukan sebuah teori sebagaimana yang disampaikan oleh KH. Ihsan Abadi dalam sebuah Training pemantapan sukses UNAS 2019 yaitu teori ‘BAKAR JEMBATAN’ dengan kata lain dari kisah Thariq bin Ziyad yang memerintahkan kepada pasukannya untuk membakar kapal – kapalnya sehingga mereka tidak ada pilihan lain kecuali maju ke medan tempur menang atau syahid. Maka teori ini kalau kita terjemahkan dalam meraih impian sebagai sang juara atau ingin sukses meraih sebuah impian hidup maka bisa kita lakukan sebagai berikut :

1. Tuliskan Impian anda, misalkan ingin melanjutkan kehidupan Islam dalam bingkai Khilafah Islamiyah,

2. Tinggalkan apa saja yang tidak ada hububgannya dengan impian tadi. Misalnya aktifitas kemaksiatan, main-mainan yang tidak ada manfaatnya bahkan interaksi biasa yang tidak ada hubungannya dengan tujuan tadi. Kalau Thariq bin Ziyad memerintahkan membakar kapal tujuannya agar pasukannya fokus jihad, maka kita juga membakar dengan artian meninggalkan apa saja yang tidak akan mengantarkan kesuksesan impian diatas,

3. Aktifitas sehari – hari fokus kepada sesuatu yang berhubungan dengan tercapainya impian diatas. Boleh kita jadi apapun di dunia ini tapi harus fokus apapun pekerjaan kita, kita niatkan untuk melanjutkan kehidupan Islam,

4. Taqorrub kepada Allah. Disamping kita fokus aktifitas kita terhadap tujuan tapi jangan menjauh dari Allah. Ketuklah pintu langit disaat – saat orang pada tidur kita bangun karena pada saat itulah tidak banyak orang yang memakai sinyal yang bagus sekali itu yakni pada sepertiga malam, dekatilah Allah. Berdoalah kepada Allah. Mintalah kepada Allah. Menangislah kepada Allah. Curhatlah kepada Allah. Pujilah Allah. Mintalah nashrullah. Semoga apa – apa yabg anda impikan, yaitu melanjutkan kehidupan Islam dalam bingkai Khilafah Islamiyah itu segera tercapai. Karena tidak ada kekuatan kecuali kekuatanNya. Tidak ada yang bisa memberikan kemenangan kecuali atas karuniaNya.

5. Lakukan secara Istiqomah sampai nashrullah turun,

6. Tawakkal kepada Allah. Demikian teori ‘Bakar Jembatan ini semoga impian anda tercapai, apapun impian anda, entah itu ingin sukses lulus UNAS dengan nilai tertinggi atau ingin apa saja maka fokuslah pekerjaan anda dengan apa – apa yang mengantarkan kepada kesuksesan dan tinggalkan apa saja yang akan mengantarkan kepada kegagalan. Selamat berjuang! Wallahu a’lam

1 thought on “JADI SANG JUARA DENGAN TEORI BAKAR JEMBATAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.