Sel. Des 10th, 2019

Teras Berita

Terarah, Aktual, Cerdas

KINI PANASNYA MENTARI LUAR BIASA, APALAGI NANTI DI PADANG MAHSYAR?

3 min read

Oleh : Syamsul Arifin

Akhir – akhir ini panas matahari luar biasa di daerah kita tercinta ini, bahkan sekitar pukul sepuluh saja kita sudah meraskan panas yang yang tidak seperti biasanya. Sangat terasa banget jika kita keluar rumah memakai kendaraan sepeda motor, jalan kaki, naik bus yang tidak ber-AC. Tentu hal ini bisa menjadi peringatan bagi kita semua bahwa kelak kita akan dibangkitkan dari kubur dan dikumpulkan di padang Mahsyar yang matahari pada saat itu sangat dekat banget dengan kepala kita. Betapa panasnya nanati ya.

Sekarang aja panas banget, kita coba pahami kenapa akhir -akhir ini jadi panas banget :

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan mengapa cuaca panas dan terik terjadi di beberapa wilayah Indonesia, seperti Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara, beberapa hari ini.

Kepala Bagian Humas BMKG Indonesia Hary Djatmiko mengakui, cuaca panas dan terik melanda Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara beberapa hari ini. Namun, dia melanjutkan, fenomena cuaca panas dan terik merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi.

“Kejadian cuaca panas dan terik lebih sering terjadi pada bulan-bulan transisi/pancaroba dan bulan-bulan puncak musim kemarau,” katanya saat dihubungi Republika.co.id, Senin (2/4).

Ia menjelaskan, faktor-faktor yang memengaruhi kondisi tersebut, di antaranya, meliputi gerak semu matahari yang saat ini berada di sekitar khatulistiwa dan gerak menuju ke belahan bumi utara atau sebaliknya, yaitu sekitar 21-22 Maret dan 22-23 September. Saat itu matahari berada tepat diatas khatulistiwa sehingga pancaran sinar matahari dan radiasi matahari yang masuk cukup optimum.

“Hal ini ditandai dengan hasil monitoring suhu udara maksimum berkisar antara 33 37,2 derajat Celsius. Ini masih dalam kisaran normal. Suhu maksimum yang pernah terjadi berdasarkan data klimatologis 30 tahun antara 34-37,5 derajat Celsius,” ujarnya.

Saudaraku, yang dirahmati Allah.
Kita betul – betul merasakan panasnya mentari saat ini kita sangat takut keluar rumah, maka sejatinya kita juga harus lebih takut terhadap terik matahari nanti di padang mahsyar, yang mana padang mahsyar nanti itu :

Apabila kelak pada hari kiamat matahari didekatkan hingga tinggal berjarak satu atau dua mil, mereka dibakar oleh terik matahari sehingga berkeringat sesuai dengan amalan mereka; ada yang tenggelam dalam keringatnya sendiri hingga dua tumitnya, ada yang sampai pinggangnya dan ada juga yang tenggelam sapai di atas mulutnya.
(HR. Muslim dari Miqqad ra)

Dikumpulkan oleh Allah orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian hingga batas waktu tertentu di tempat berdiri selama empat puluh tahun, terbuka mata mereka menunggu keputusan Tuhan. (HR. Ibnu Abid Dunya, Tabarani dan Hakim)

Karena hebatnya keadaan dan tegangnya saat-saat menunggu keputusan Tuhan, Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabda:

Tidak bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat nanti, sehingga ia ditanya tentang empat perkara: umurnya, untuk apa dihabiskan. Ilmunya, apa yang dikerjakan. Hartanya, dari mana dihasilkan dan untuk apa dibelanjakan. Jasadnya, bagaimana dipergunakan. (HR.Ahmad)

Memang hari itu begitu berat, namun beratnya hari itu tidak berlaku bagi orang-orang mukmin, seperi hadits dari Abu Said al Khudry dari Rasulullah saw bersabda:

Suatu hari yang ukurannya lima puluh tahun. Sahabat bertanya: Alangkah panjangnya hari itu. Nabi menjawab; Demi Allah, ia akan diringankan bagi orang-orang mukmin hingga lebih ringan daripada mengerjakan shalat fardhu. (Hr. Ahmad, Abu Ya’la dan Ibnu Hibban)

Semoga kita ini bisa mengambil hikmah atas kejadian ini, dan kedepan kita selalu terikat dengan hukum Allah. Dan semoga setiap perbuatan kita selalu melihat efek di akhirat kelak. Apapun jabatan kita di dunia, mulai dari tukang becak sampai presiden, semuanaya akan dipertanggungjawabkan atas semua amal kita di dunia ini. Marilah kita kembali kepada Aturan Allah SWT. Semoga kelak kita mendapatkan naungan Allah. Amien

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.