Sen. Mei 17th, 2021

Teras Berita

Terarah, Aktual, Cerdas

MUSLIM INDIA WAJIB KITA BELA

3 min read

Oleh : Syamsul Arifin

Kaum Muslim India adalah saudara kita juga, yang wajib kita bela jika terjadi penganiayaan, penindasan, pemerkosaan, pembantaian dan berbagai macam kekerasan lainnya. Karena sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW.
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lainnya. Tidak boleh mendhaliminya dan tidak boleh pula menyerahkan kepada orang yang hendak menyakitinya. Barangsiapa yang memperhatikan kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kebutuhannya. Barangsiapa yang melapangkan kesulitan seorang muslim, niscaya Allah akan melapangkan kesulitan-kesulitannya di hari kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi kesalahan seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi kesalahannya kelak di hari kiamat”

HR. Bukhari no. 2442, Muslim no. 2580, Ahmad no. 5646, Abu Dawud no. 4893, at-Tirmidzi no. 1426 ; dari Abdullah bin ‘Umar radliyallahu ‘anhuma.

Maka dimanapun kita berada, baik yang ada di Indonesia maupun di negara manapun selama kita muslim maka wajib bagi kita peduli terhadap nasib saudara kita yang ada di India.

Mungkin rimbul tanda tanya apa yang bisa kita lakukan untuk membela saudara kita di India? Ya jawabannya banyak hal yang bisa kita lakukan saat ini, kalau kita sebagai penguasa ya kita bisa melakukan kecaman dan mengirimkan tentara untuk membela saudara kita disana, kalau kita sebagai ulama’ senantiasa menyeru umat untuk melakukan pembelaan kepada muslim India dan mimpin doa bersama untuk meminta pertolongan kepada Allah agar diberikan keamanan dan kemenangan bagi kaum muslim India. Dan tentu selama umat Islam tidak punya pemimpin yang bersifat internasional (Khalifah) akan sulit meriayah dan melindungi kaum muslimin diberbagai belahan dunia ini. Maka yang tidak kalah pentingnya adalah kita sebagai umat Islam tidak pernah bosan mendakwahkan tegaknya Khilafah yang akan dipimpin oleh Khalifah yang nantinya salah satu tugasnya adalah melindungi dan meriayah kaum Muslimin di India.

Dalam pandangan Islam satu nyawa kaum muslim itu begitu berharga sekali, apalagi sampai puluhan tentu akan menjadi perhatian yang sangat serius. Nilai nyawa dalam Islam begitu tinggi. Nyawa bahkan dalam ranah Ushul Fiqih masuk dalam kategori “al-Dharūriyāt al-Khamsah” (lima hal primer yang wajib dipelihara). Artinya, pada asalnya, nyawa manusia tidak boleh dihilangkan begitu saja tanpa ada alasan yang jelas. Tak peduli, nyawa orang muslim maupun kafir.

Terkait masalah ini, ada firman Allah:

مَن قَتَلَ نَفْساً بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعاً وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعاً

“Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain , atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya . Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” (QS. Al-Ma’idah [5]: 32)

Dalam ayat ini dengan sangat jelas bahwa orang yang menghilangkan nyawa seseorang tanpa ada kesalahan yang jelas –sesuai syariat—maka seolah-olah seperti memunh semua manusia. Meski ayat ini terkait dengan Bani Israil, namun pesannya tetap berlaku hingga akhir zaman.

Bahkan, jika yang dibunuh adalah orang beriman dengan sengaja –tanpa ada alasan jelas—maka diancam dengan hukuman neraka jahannam, kekal di dalamnya dan dimurkai Allah:

وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِناً مُّتَعَمِّداً فَجَزَآؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِداً فِيهَا وَغَضِبَ اللّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَاباً عَظِيماً

“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. An-Nisa [4]: 93)

Tidak berlebih-lebihan jika Nabi pernah bersabda:

أوَّلُ مَا يقضَى بينَ الناسِ يومَ القيامةِ في الدِّماءِ

“Pertama kali yang akan dituntut pada hari kiamat adalah masalah (pertumpahan) darah.” (HR. Bukhari, Nasa`i, Ibnu Majah dan Ahmad) Maka, urusan menghilangkan nyawa seseorang dalam Islam bukanlah hal sederhana.

Dalam hukum Islam, masalah penghilangan nyawa ini masuk bab “Jinayāt” (tindak kejahatan atau kriminal). Dalam buku “Minhāj al-Muslim” (404, 405) dijelaskan ada 3 macam tindakan kriminal dalam jenis ini.

Saudaraku, mari kita bela saudara muslim kita di India dengan apapun yang bisa kita lakukan untuk pembelaan, minimal sekali ya dengan doa. Dan yang tidak kalah pentingnya untuk menghentikan kebrutalan musuh – musuh Islam adalah adanya institusi Islam (Khilafah Islamiyah) yang akan menjadi prisai bagi umat Islam di seluruh Dunia.
Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.