Sab. Agu 8th, 2020

Teras Berita

Terarah, Aktual, Cerdas

“OBAT ANTI GALAU”

3 min read

Oleh : Syamsul Arifin

Hidup dalam sistem kapitalis – sekular saat ini tentu tidak sedikit orang yang merasakan “galau”, apalagi mencari lapangan pekerjaan sulit sekali, hasil pertanian ketika dijual tidak bisa balik modal, pemimpin yang ingkar janji, carut – marutnya perekonomian saat ini, listrik naik, BBM naik, sedangkan penghasilan tetap atau bahkan dirumahkan oleh perusahaan tertentu karena sudah butuh lagi pekerjaan manusia (karena sudah diganti dengan mesin) dan lain sebagainya.

Selain hal diatas pergaulan bebas yang semakin tidak terkontrol, free seks, mabuk – mabukan, pacaran, balapan, dan lain sebagainya yang hal itu semua bisa jadi akan memunculkan galau tingkat tinggi, misalnya karena diputus oleh pacarnya, atau hamil diluar nikah lalu si doi tidak mau bertanggung jawab.

Tapi galau itu bukan hanya berlabuh kepada ahli maksiat bisa juga kepada para pengemban dakwah bisa jadi ada saat – saat galau. Karena galau itu dalam kamus besar bahasa Indonesua (KBBI) adalah :
ga·lau a, ber·ga·lau a sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran); ke·ga·lau·an n sifat (keadaan hal) galau.

Jadi dari pengertian diatas setiap diri kita ada potensi untuk galau. Nah, insya Allah al – faqir ingin berbagi tips untuk mengatasi galau tersebut atau dalam istilah judul diatas “obat anti galau”, diantaranya adalah :

  1. Jadikan hati (pikiran) kita selalu rindu Masjid. Sebab salah satu orang yang dijanjikan oleh Allah SWT akan bisa menjadi penghuni syurga adalah mereka yang hatinya selalu terpaut dengan masjid. Masjid merupakan pusat aktivitas ummat Islam, baik sebagai tempat ibadah maupun dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan dakwah. Rasulullah saat pertama kali hijrah ke Madinah, tempat yang pertama kali dibangun adalah masjid. Begitu vitalnya masjid di dalam Islam sehingga Rasulullah mengutamakan pembangunan tempat ibadah yang satu ini. Rindu masjid merupakan kerinduan untuk selalu melakukan ibadah di tempat tersebut, rindu melakukan shalat jamaah lima waktu, rindu melakukan i’tikaf, rindu berkumpul dengan orang-orang shaleh dalam menyelenggarakan aktivitas dakwah dan sebagainya. Masjid menjadi pusat kegiatan yang selalu menjadi tujuan kunjungan sehari-hari. Tidak merasa asing dengan masjid, merasa nyaman dan senantiasa ingin berlama-lama di dalam masjid. Diusahakan kita hadir ke masjid untuk sholat 5 waktu minimal 5 menit sebelum adzan. Fokuskan pikiran kita hanya kepada Allah, tinggalkan semua kegalauan kita, adukan kepada Allah, berdoalah kepada Allah agar mengatasi semua kegalauan kita, karena Allah-lah yang memilika semuanya termasuk yang memiliki hati kita. Maka insya Allah rasa galau akan berakhir yang terjadi adalah rasa optimis bahwa kita punya Allah yang Maha Kaya.
  2. Bawalah dan Bacalah Al – Qur’an beserta terjemahnya untuk dibaca dan direnungi maknanya kemanapun antum pergi. Karena Al – Qur’an adalah ‘hudan’ (petunjuk) bsgi orang – orang yang bertaqwa, maka sewajarnya kita setiap saat membawa al – Qur’an kemanapun kita pergi kecuali ke tempat – tempat yang dilarang bawa al – Qur’an, misalnya ke Toilet ya tidak boleh, tapi selama tempat apapun yang dibolehkan maka bawalah jangan hanya bawa android. Bacalah sambil menenungi makna yang terkandung didalam al – Qur’an yang kita bawa itu minimal setiap sebelum / sesudah sholat lima waktu. Maka insya Allah hidup kita anti galau artinya kita selalu ada solusi dalam hidup ini karena lita selalu baca buku petunjuk yakni al – Qur’an.
  3. Diusahakan menjaga wudhu’. Memang menjaga wudhu’ ini amat berat, karena al – Faqir sendiri kadang sukses menjaga wudhu’ ini tapi kadang tidak sukses karena cobaannya banget. Tapi minimal kita itu setiap ke kamar mandi di usahakan akhiri dengan wudhu’ baik selebas BAB atau buang air kecil, dll. Insya Allah hidup kita itu selalu terjaga, mau bermaksiat insya Allah tidak jadi karenakita sedang punya wudhu’. Dan tentu pikiran kita akan lebih banyak berpikir yang positif – positif saja.

Saudaraku, tentu tips diatas akan jauh lebih sempurna jika keluarga kita, teman kita, masyarakat di sekita kita dan negeri kita semuanya dalam kehidupan yang Islami, karena semuanya pasti sangat mendukung. Oleh karena itu jangan lupa untuk mengajak semuanya untuk hidup dalam naungan sistem yang Islami yaitu sistem Islam (Daulah Khilafah Islamiyah).
Wallahu a’lam

Selamat mencoba!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.