Sel. Des 10th, 2019

Teras Berita

Terarah, Aktual, Cerdas

UJIAN DUNIA

2 min read

Oleh : Kyai Abdul Fattah

Hidup manusia di pentas dunia ini sebagai ujian dari الله agar manusia bisa meraih nilai bagus di akhir hidupnya. الله menurunkan petunjuk berupa Al-Quran dan Al-Hadis dengan perantaraan malaikat Jibril. Jika manusia berpegang kepada keduanya, ia akan berhasil dalam masa ujiannya. Sebaliknya manusia yang meninggalkan petunjuk-petunjuk yang ada di dalamnya, dipastikan akan mengalami kegagalan dalam kehidupannya. الله berfirman, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Hanya kepada kamilah kamu dikembalikan” (QS. Al-Anbiya: 35).

Kehidupan kita adalah masa percobaan di atas bumi fana ini. Kebersihan hati dan keimanan kita akan diuji dengan berbagai macam cobaan, halangan rintangan, tantangan bahkan nikmat. Ada yang diuji dengan bencana dan ada yang diuji dengan nasib baik dalam hidup ini. Jika diri kita mampu menghadapi berbagai kondisi cobaan yang menerpa, maka kita akan melalui masa percobaan dengan sukses. Ingatlah bahwa setiap manusia akan kembali kepada الله dan kemudian hidup kita akan dinilai dengan setepat-tepatnya.

الله berfirman mengenai balasan orang yang meninggalkan agama dan tidak lulus dalam menjalankan ujian di dunia ini, “Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu ia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat. Dan mereka itulah penghuni neraka, meraka kekal di dalamnya” (QS. al-Baqarah: 217).

“Setiap jiwa pasti merasakan maut, dan akan ditunaikan pahala kalian pada hari kiamat. Barang siapa yang diselamatkan dari neraka dan dimasukkan ke surga, sungguh ia beruntung. Tidaklah kehidupan dunia melainkan harta benda yang memberdayakan” (QS. Ali Imran:185).

Ruh itu takkan mati, tetapi kematian jasad akan memberi rasa mati terhadap ruh bilamana ruh sudah terpisah dari jasad. Ruh itu kemudian menyadari bahwa hidup ini tidak lain adalah suatu masa percobaan, dan tampak adanya ketidaksamaan kelak saat akan diperlakukan pada hari kemudian.

Penting diingat bahwa biasanya manusia akan merasakan ujian saat sesuatu yang menjadi miliknya hilang. Misalnya, orangtua kehilangan anaknya, rumah atau tokonya kebakar, hartanya diambil orang, dan lain sebagainya. Pada saat kondisi seperti inilah biasanya ia diingatkan untuk bersikap sabar dan tawakkal. Keimanannya sedang diuji oleh suatu nasib buruk yang menimpanya. Jika imannya kuat, ia akan bisa menerima bencana ini dengan tetap berada dalam jalur agama. Tetap beriman dan menyembah الله. Dia akan senatiasa berpegang teguh pada aqidah dan syariah Islam dalam mencari solusi dari semua permasalahan hidupnya. Karena hanya Islamlah solusi kehidupan yang benar dan tuntas.

Sedang solusi yang bertentangan dengan Islam hanyalah prasangka manusia yang tidak akan menyelesaikan masalah, tapi justru membuat masalah makin rumit tak berkesudahan. Inginnya menyelesaikan masalah, tapi justru menciptakan masalah baru.

Rosululloh bersabda, “Tidak boleh/haram taat kepada makhluq (mentaati aturan yang dibuat manusia) dalam hal bermaksiat kepada Al-kholiq (الله sang pencipta manusia dan makhluk lainnya). #HanyaIslamsolusiYangBenar. #HanyaIslamSolusiYangTuntas.

2 thoughts on “UJIAN DUNIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.