Sab. Sep 19th, 2020

Teras Berita

Terarah, Aktual, Cerdas

Bahaya Virus Moderasi Agama

2 min read

Oleh: Amatullah Maryam

Pada hari Kamis, 02 Juli 2020, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi memberikan keterangan resminya bahwa Kemenag (Kementrian Agama) telah melakukan review pada 155 buku pelajaran. Fachrul menyatakan bahwa pihaknya telah menghapus konten-konten terkait ajaran radikal. Menurutnya, penghapusan konten radikal ini merupakan bagian dari program penguatan moderasi beragama yang dilakukan Kemenag. Ratusan judul buku yang direvisi berasal dari lima mata pelajaran, yakni Akidah Akhlak, Fiqih, Sejarah Kebudayaan Islam, Alquran dan Hadits, serta Bahasa Arab.

Moderasi beragama dimaknai dengan cara hidup sesuai Islam yang moderat, yaitu memahami dan mengamalkan ajaran agama (Islam) dengan tidak ekstrim. Karenanya moderat terletak di satu kutub, dan ekstrimis ataupun radikal pada kutub lainnya. Berlawanan dan bermusuhan.

Jihad dan khilafah misalnya, dipandang konsep radikal, sehingga menjadi musuh bagi cara hidup Islam moderat. Padahal istilah jihad ada dalam Al-Qur’an, tidak hanya bermakna bersungguh-sungguh, namun juga bermakna qital (perang). Demikian juga istilah khilafah atau imamah, ada dalam hadits Nabi, demikian juga kitab-kitab klasik para ulama. Jihad dan khilafah adalah ajaran Islam, mengapa disebut radikal dan cenderung negatif?

Rand Corporation yang merupakan lembaga think tank AS mempublish dokumen mereka yang berjudul Civil Democratic Islam, Partners, Resources, and Strategies, yang ditulis Cheryl Benard pada 2003, dan Building Moderate Muslim Network tahun 2007.

Rand Corp mengelompokkan umat Islam dalam kelompok moderat atau sekuler, modernis, tradisionalis, dan radikal atau fundamental. Bahwa moderat maknanya mendukung demokrasi, HAM, menentang terorisme, dan menghormati sumer hukum nonsektarian. Sedangkan radikal didekripsikan sebagai umat yang intoleran, memaksakan kehendak, memperjuangkan penerapan syariah Islam secara kaffah melalui tegaknya khilafah, menolak demokrasi, anti-Barat.

Tak ketinggalan Rand Corp memberikan solusi bagaimana menghadang laju Islam radikal di negeri muslim. Hal ini menunjukkan bahwa istilah Islam moderat dan Islam radikal adalah desain Barat. Begitu juga program moderasi agama, muncul dari rekomendasi Barat.

Moderasi agama di dunia pendidikan berarti upaya mendidik para pelajar agar memiliki pemikiran yang sesuai dengan Islam yang dimaksud Barat. Pelajaran Akidah Akhlak, Fiqih, Sejarah Kebudayaan Islam, Alquran dan Hadits, serta Bahasa Arab berarti dirubah mengikuti pandangan Barat dalam memandang Islam. Bukankah ini bahaya?

Bagaimana Barat yang bahkan tidak mengimani Allah SWT dan memahami aturan Allah dijadikan kiblat perubahan konten ilmu agama (Islam)? Ini jelas-jelas upaya sekulerisasi yang radikal pada konten pendidikan negeri ini! Hasilnya? Jelas cendikiawan-cendikiawan atau lulusan sekuler radikal. Memisahkan Islam dalam kehidupan secara total. Islam benar-benar hanya ada di ruang pribadi, di ruang publik Islanm tak boleh nampak.

Wajah Islam disesuaikan dengan jati diri Barat, bukan jati diri muslim yang pastinya akan membawa kemanfaatan bagi dunia atau lingkungannya. Karena begitulah Rasulullah SAW sabdakan, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR Ahmad, Ath-Thabrani, Ad-Daruqutni). Percaya pada sabda Nabi atau rekomendasi barat?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.