Sab. Apr 17th, 2021

Teras Berita

Terarah, Aktual, Cerdas

Bom Bunuh Diri itu Jahat Bukan Jihad

3 min read

Oleh : Sri Azzah Labibah SPd.
(Pengasuh Majelis Taklim Remaja Paciran)

Tak henti hentinya negeri mayoritas muslim ini dikejutkan dengan kasus bom bunuh diri. Akhir-akhir ini tepatnya pada hari Minggu kemarin tanggal 28 Maret 2021, terjadi pengeboman di gereja Katredal Makasar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pelakunya berjumlah dua orang, dan keduanya meninggal di tempat.

Sementara masyarakat yang terkena dampak luka-luka sekitar dua puluh orang. Tidak lama bagi polisi untuk menemukan identitas pelaku pengeboman, yakni laki laki dan perempuan, tubuh keduanya sudah hancur sehingga kepolisian perlu untuk mengidentifikasi lebih lanjut. Setelah diidentifikasi maka terdapat satu tersangka pertama laki-laki, belakangan dikenal dengan inisialnya L, sedangkn tersangka yang kedua belum (detik com, 28/03/2021).

Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo menerangkan tersangka L merupakan teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), L juga diketahuhi memiliki keterkaitan dengan peristiwa bom di gereja Katredal Jolo, Philipina Selatan pada 2018 silam. Listyo juga menjelaskan bahwa pelakunya memakai jenis bom panci dalam melakukan aksinya. Akibat ledakan ini polisi menangkap 4 orang tersangka Jaringan Ansharut Daulah (JAD) di Bima NTB. Presiden Joko Widodo turut angkat bicara mengenai aksi bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katredal Makasar Sulsel. Jokowi mengutuk keras aksi pengeboman gereja Katredal ini dan memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan pelaku hingga ke akar akarnya (cnbcimdonesia.com, 29/3/2021).

Dengan cepat kilat pihak berwajib langsung menyimpulkan bahwa pelaku pengeboman gereja Katredral ini adalah dari kalangan umat Islam.

Menyoroti peristiwa ini, pakar politik Islam Dr. Ryan.M. Ag. melalui kanal youtube Ngaji Subuh (29/03/2021) mengutuk dan menyatakan keprihatinanya, tetapi menekankan agar peristiwa ini tidak di kaitkan dengan Islam. Seolah Islam yg mendorong terjadinya aksi ini bahkan lebih jauh jangan digiring kepada isu radikalisme yang sangat sering dikaitkan dengan Islam dan simbol-simbol Islam.

Masalah ini mengalihkan perhatian pemerintah pada permasalahan yang harus diprioritaskan, harusnya pemerintah tetap fokus menyelesaikan problematika umat, termasuk wabah pandemi yang berdampak terhadap sistem perekonomian. Jangan sampai umat Islam pun tergiring dengan opini yang berkembang bahwa Islam adalah agama teroris. Tetapi fakta berbicara lain, opini yang berkembang begitu derasnya yang menyudutkan bahwa pelakunya adalah orang Islam dan semakin melekatkan ajaran Islam dengan terorisme. Bahkan di kalangan umat Islam pun sejak tersiar berita ini sudah merasa bahwa Islamlah yang nantinya akan tersudutkan.

Dalam Islam haram hukumnya menghilangkan nyawa orang lain tanpa ada sebabnya. Jelas bom bunuh diri bukan jihad yang diajarkan Islam atau apa lagi jika targetnya adalah untuk memecah belah kaum muslimin, meresahkan keamanan umat dan menimbulkn kecurigaan. Harusnya umat Islam sendiripun menyadari akan hal ini, bahwa Islam adalah agama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad Saw sebagai rahmat untuk seluruh alam semesta.

Allah tidak memerintahkan membunuh orang yang tidak bersalah dan tidak mengajarkan kebencian terhadap agama selain Islam. Justru yang ada adalah untuk tetap saling menghormati agama masing-masing sebagaimana terdapat dalam Surah Al Kafirun, ” Untukmu agamamu, untukku agamaku “. Pernyataan yang tegas dan jelas dari Allah Sang Pencipta Alam semesta.

Selama sistem di negara ini menggunakan sistem demokrasi yang mengagungkan kebebasan, termasuk kebebasan berpendapat maka selama itu pula framing tentang Islam sebagai agama teroris akan terus ada.

Hanya dengan sistem Islamlah, semua ini akan berakhir. Tidak ada lagi tuduhan terhadap Islam, tidak ada tuduhan yang tidak berdasar. Keadilan akan dapat terwujud, tanpa memandang agama apapun. Inilah saatnya kita terus berupaya agar dunia ini kembali menjadi rahmatan lil’alamin dengan cahaya Islam, mewujudkan sebuah sistem yang paripurna agar kehormatan Islam dapat kita raih dan kita jaga. Wallahua’lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.