Sen. Mei 17th, 2021

Teras Berita

Terarah, Aktual, Cerdas

Harga Pangan Meroket di Bulan Ramadan

2 min read

Oleh : Riyani

Sudah 14 hari berjalan umat Islam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, setelah itu merayakan Hari Raya Idul Fitri 1421 H. Tentu stok dan harga bahan pangan biasanya sangat rawan menimbulkan gejolak masyarakat. Kenaikan harga pangan menjelang Ramadan dan hari keagamaan lainnya selalu menjadi momok bagi masyarakat.

Dengan pola peningkatan permintaan pada kondisi seperti ini, tentu upaya antisipasi sangat mungkin diambil. Pemerintahpun sudah mengantisipasinya: Kementrian Perdagangan sebagai penjaga gawang soal stok bahan pangan menjamin bahan pokok itu cukup dan hargapun terkendali menjelang Ramadan dan Idul Fitri ini.

Fakta yang berkebalikan terjadi saat ini, telah nyata lonjakan harga pangan makin menambah berat beban hidup rakyat. Apalagi pada masa pandemi saat ini, dengan daya beli yang makin menurun rakyat dihadapkan dengan harga pangan yg terus meroket. Sayangnya, kebijakan untuk mengatasi dan mengantisipasi, hanya setengah hati. Untuk mengatasi minimnya stok pangan lagi-lagi pemerintah mengandalkan langkah praktis yaitu impor.

Jelas kebijakan praktis ini tidak bisa mengurai problem, karena jauh dari akar persoalan yang ada. Pada dasarnya harga pangan yang melonjak sehingga sulit dijangkau rakyat, berpangkal dari lemahnya fungsi negara dalam mengatur sektor pertanian pangan akibat paradigma kapitalis neoliberal. Sistem ini telah memandulkan peran pemerintah tidak lebih dari sekedar regulator dan fasilitator, bukan sebagai penanggung jawab urusan rakyat.

Pengelolaan dan pemenuhan kebutuhan rakyat justru diserahkan kepada korporasi, penguasa korporasi di aspek produksi menyebabkan mayoritas stok pangan berada di tangan swasta, bukan dalam kendali negara. Maka wajar jika pemerintah sulit untuk menstabilkan harga, karena pemerintah tidak bisa menguasai 100% produksi pangan.

Hal ini sangat bebeda sekali dengan sistem Islam. Daulah khilafah mampu mewujudkan stabilitas harga pangan agar bisa dijangkau rakyat, itu merupakan buah dari penerapan sistem Islam. Secara prinsip kunci kestabilan harga dan terjangkau oleh rakyat terletak pada fungsi politik negara yang benar. Islam menetapkan fungsi pemerintah sebagai pelayan dan pelindung rakyat. Yang artinya pemerintahlah yang bertanggung jawab mengurusi seluruh hajat rakyat dan pelindung bagi rakyat. Khilafah tidak akan membiarkan korporasi menguasai rantai penyediaan pangan rakyat. Dengan penerapan sistem ekonomi Islam, keberadaan korporasi-korporasi raksasa dapat dihindari. Sehingga stabilitas harga pangan selama Ramadan bisa terwujud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.