Sel. Des 10th, 2019

Teras Berita

Terarah, Aktual, Cerdas

Ingin Jadi Penghuni Surgawi? Cintai Nabi, Cintai Syariat Ilahi

3 min read


Oleh: Fadhilah Rahmawati, S.P

Semesta ini berseri, penuh suka cita dan bahagia menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, dengan berbagai macam jenis peringatan mulai dari bersholawat bersama, berdzikir bersama, khotamul quran, sekatenan bahkan kirab bersama. Sosok nabi Muhammad adalah sosok manusia yang di akui oleh dunia sebagai utusan Allah yang telah membawa Islam sebagai sebuah agama yang benar, terbukti bagaimana perjuangan beliau yang awalnya hanya di ikuti oleh puluhan orang hingga milyaran orang pada detik ini.

Semua ini dilakukan dalam rangka perintal Allah untuk mencintai nabi Muhammad SAW, sebagaimana rosulullah juga bersabda “Dari Anas ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidaklah salah seorang dari kalian beriman hingga aku lebih dia cintai daripada anaknya, orang tuanya dan manusia semuanya.Namun tentunya islam tidak hanya memerintahkan kita untuk mencintai nabi hanya sekedar cinta di mulut, namun di hati dan perbuatan. Hal ini di pertegas dalam sebuah firman Allah SWT yang artinya : Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. [al Hasyr : 7]. [1] Namun sudahkan setiap peringatan maulid nabi ini membawa kita pada kesempurnaan iman kita? Yaitu keimanan Sempurna sebagai mana seruan Allah agar kita memeluk islam secara kafah, yang artinya selain meyakini Allah dan rosulnya sebagai tuhan nabi kita, juga meyakini akan syariat Allah yang di bawa melalui nabi muhammd SAW. Jika kita melihat secara umum maka cinta nabi masih sebatas cinta kepada syariat-syariat tertentu saja. Bagaimana tidak ketika nabi memerintahkan kita untuk sholat, kita sholat, namun ketika nabi memerintahkan kita untuk menutup aurot maka masih banyak yang belum menutup aurot, ketika nabi memerintahkan kita untuk meninggalkan riba, basih banyak praktek-praktek ribawi di sekeliling kita, ketika nabi memerintahkan menjauhi zina, masih banyak pelaku-pelaku zina bahkan semakin meningkat. Dengan gambaran seperti ini maka benarkah kita sudah mencintai nabi??

Padahal islam memberikan kemuliaan kepada kita semua , jika kita mencintai Allah dan rosulNya dengan benar-benar cinta. Tidak lain adalah sebagai berikut:

Dimudahkan untuk mendapatkan hidayah Allah


Sebagaimana firman Allah “”Katakanlah, ’Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatir kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Allah Subhanahu wa-ta’ala dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.’ Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (At-Taubah: 24)

Termasuk orang yang mempunyai keimanan yang menakjubkan


Sebagaimana sebuah hadis dalam bentuk dialog:  Rasulullah Saw. bertanya pada sahabat-sahabatnya, Tahukah kalian, kira-kira imannya siapa yang paling menakjubkan? Para sahabat langsung menjawab, “Pastinya iman para malaikat, wahai Rasulullah Saw.” Beliau Saw. langsung menanggapi jawaban mereka, Bagaimana para malaikat tidak akan beriman, wong mereka menyaksikan semua perkara secara langsung? “Jika bukan para malaikat, pasti iman para nabi,” jawab sahabat untuk kedua kalinya. Rasulullah Saw. bersabda, Bagaiamana para nabi tidak akan beriman, sedangkan Malaikat Jibril turun langsung pada mereka dengan membawa perintah dari langit? “Jika bukan para malaikat dan para nabi, berarti iman sahabtmu”, jawab mereka untuk yang ketiga kalinya. Rasulullah Saw. bersabda, Bagaimana para sahabat tidak akan beriman, sedang mereka sudah menyaksikan mu’jizat dariku. Aku juga menyampaikan wahyu Allah pada mereka. Rasulullah Saw. melanjutkan sabdanya, Yang paling menakjubkan imannya adalah kaum yang datang setelah kalian semua, mereka beriman kepadaku tanpa pernah menyaksikanku, mereka menemukan Alquran, dan beriman kepadaku, mereka mengamalkan apa yang ada dalam alquran, dan mereka membelaku seperti kalian membelaku, Alangkah inginnya aku berjumpa dengan saudara-saudaraku itu.

Akan diampuni dosa-dosa kita


Sebagaimana firman Allah “Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (melaui nabi Muhammad sebagai tauladan), niscaya Allah mengasihimu dan mengampuni dosa-dosamu.” (Ali Imran: 31).

Akan mendapatkan syafaat Rosulullah di yaumul akhir


Sebagaimana sebuah hadist menyebutkan: “Abu Hurairah bertanya,”Ya, Rasulullah. Siapakah orang yang paling bahagia dengan syafa’atmu pada hari Kiamat?” Rasul menjawab,” …… orang yang paling bahagia dengan syafa’atku adalah, orang yang mengucapkan Laa ilaahaa illallaah dengan ikhlas dari hatinya”. [HR Bukhari, no.99].

Untuk itu marilah kita bermuhasabah diri, sudahkah kita mencintai Allah dan rosulNya , dengan sungguh-sungguh cinta karena Allah, sehingga layak untuk mendapatkan surgaNYa. Semoga maulid kali ini menghantarkan kita pada keimanan dan ketaatan secara terhadap syariatNya secara sempurna, sehingga layak mendapat surgaNYa, Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.