Sel. Des 10th, 2019

Teras Berita

Terarah, Aktual, Cerdas

Lagi Viral : Cinta Nabi Cinta Syariah

2 min read

Oleh : Syamsul Arifin

Di bulan Robiul Awal 1441 H kali ini lagi viral kata “Cinta Nabi Cinta Syariah” di media sosial, bahkan ada yang menuliskannya di kaos, pin, gantungan kunci, dan lain sebagainya. Sehingga bulan maulid kali ini serasa spesial bagi umat ini dan menjadi momentum untuk menyadarkan umat akan arti cinta Nabi seharusnya juga cinta Syariah (aturan Islam yang berasal dari Allah yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw.).

Ketika berbicara cinta, ada beberapa pendapat mengenai kata cinta, misalnya Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Cinta juga dapat diartikan sebagai suatu perasaan dalam diri seseorang akibat faktor pembentuknya. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut.

Sedangkan cinta menurut para Ulama’ terkemuka, misalnya menurut :

Ibnu Katsir
Ibn Katsir Rahimahullah menjelaskan maksud bahwa Orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang sangat mencintai Allah”, dan karena kecintaannya itu maka seseorang atau orang-orang beriman akan berusaha untuk menyempurnakan pengetahuannya tentang islam dan senantiasa mematuhi dan menjauhi larangannya serta senantiasa bertawakal dan menyerahkan segala sesuatu kepada Allah SWT.

Ibn Taimiyyah
Menurut perkataan Ibn Taimiyyah yaitu “Sesungguhnya orang-orang beriman yakni mereka mereka mencintai Allah SWT lebih kecintaan orang-orang musyrik terhadap tuhan-tuhannya dan hal tersebut adalah karena orang-orang musyrik melakukan kesyirikan dalam cinta (baca syirik dalam islam) atau mahabbah, sedangkan orang-orang beriman akan senantiasa mencintai dan rasa cinta mereka pada Allah SWT adalah tulus tanpa mengharapkan suatu apapun selain rahmat dan ridhanya.

Menurut Ibn Qayyim al jauziyyah
Sedangkan menurut Ibn Qayyim al-Jauziyyah, ada empat bentuk atau empat macam cinta kepada Allah SWT, mencintai semua hal yang dicintai oleh Allah, mencintai seseuatu atau orang lain karena Allah dan mensejajarkan cinta sebagaimana kecintaannya kepada Allah SWT.

Nah, ketika kita sudah memahami makna cinta dari berbagai pendapat diatas, tinggal kita bertanya pada diri kita sedalam apa cinta kita pada Nabi kita? Atau hanya cinta palsu? Atau hanya cinta di hati saja?

Tentu jawabannya ada pada antum semua. Bagi kita sekarang saatnya buktikan cinta kita terhadap Nabi Muhammad dengan action yakni meneladani beliau dalam hidup ini, dengan kata lain terikat dengan Syariah yang beliau bawa, bahkan kita harus sanggup memperjuangkan tegaknya Syariah Islam secara Kaaffah dalam bingkai KhiIafah Islamiyah.

Semoga kelak kita bisa bertetangga dengan Nabi Muhammad yang kita cintai di SurgaNya.

Marilah bulan ini jadikan momentum memperbanyak sholawat dan memperdalam cinta kita dengan mencintai Syariah, menjadi pejuang Syariah yang terpercaya sampai ajal menjemput kita.

Allahumma Sholli ala Muhammad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.