Sab. Sep 19th, 2020

Teras Berita

Terarah, Aktual, Cerdas

Moderasi Beragama Mengkerdilkan Ajaran Islam

3 min read

Photo by Janko Ferlic from Pexels

Oleh : Ummu Nabil

Kemerosotan berpikir kaum muslim yang teramat sangat saat ini sungguh telah mengikuti runtuhnya kejayaan Islam pada masa kekhilafahan Islam. Kemerosotan berpikir ini mampu membuat kaum muslim tidak bisa membedakan mana pemikiran yang bersumber dari Al-Quran dan As-Sunnah dan mana yang bukan. Lebih parah, kaum muslim telah mengalami krisis identitas yang berusaha mencocokkan syariat Islam dengan pemikiran sekuler. Pemikiran Islam yang bersumber dari Zat Yang Maha Sempurna berusaha disamakan dengan pemikiran buatan manusia yang notabene ciptaan Allah SWT.

Saat ini, pemerintah terus menggalakkan program moderasi beragama yang sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Kemenag telah menjabarkan moderasi beragama dalam rencana strategis pembangunan di bidang keagamaan lima tahun mendatang. Menteri Agama, Fachrul Razi menegaskan, sebagai institusi yang diberi amanah menjadi leading sector, kemenag terus memperkuat implementasi moderasi beragama. Menurut Menag, moderasi beragama diimplementasikan dalam sejumlah program strategis antara lain review 155 buku Pendidikan agama, pendirian rumah moderasi di perguruan tinggi keagamaan Islam Negeri(PTKIN), dan penguatan bimbingan perkawinan.

Dikutip dari laman resmi kemenag, Menag mengungkapkan bahwa moderasi beragama harus menjadi bagian dari kurikulum dan bacaan di sekolah. Nilai-nilai moderasi beragama juga diinternalisasikan oleh Kemenag melalui program TOT guru dan dosen, penyusunan modul bagaimana karakter moderat, serta madrasah rumah anak. Menag mengaku sedang mematangkan ide menggelar lomba ceramah toleransi, menulis cerita pendek toleransi, hingga lomba karikatur toleransi dan kerukunan umat beragama.

Apa yang menjadi pemikiran Menag seolah-olah menegaskan bahwa salah satu agama di Indonesia ada yang intoleran dan cenderung tidak mau menerima perbedaan serta dianggap menghambat kehidupan berbangsa di tengah heterogenitas yang ada di masyarakat Indonesia. Sehingga bisa dipastikan bahwa agama yang dimaksud adalah Islam.

Istilah moderasi lahir setelah peristiwa WTC di Amerika. Sejak itu, sejumlah cap negative disematkan kepada ajaran Islam. Islam dianggap ekstrem dan radikal karena Islam dan ajarannya mampu membuka peluang terjadinya aksi-aksi teror. Hingga akhirnya lahir istilah moderasi beragama yang dikenal dengan Islam moderat. Secara umum, Islam moderat adalah konsep yang lahir untuk mengkompromikan ajaran-ajaran Islam yang dianggap ekstrem oleh barat sebagai konfirmasi bahwa Islam adalah rahmatan lil ‘alamin. Para pengusungnya ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Islam adalah agama yang menerima segala pendapat dan pandangan menurut ukuran modernitas sehingga muncul asumsi bahwa tidak ada yang berbeda antara Islam dan agama apapun di dunia.

Ketakutan bahwa Islam akan menghambat persatuan hanya fatamorgana karena tidak berpijak pada sejarah dan bukti empiris. Karena jika mau memahami islam dan penerapannya justru akan didapati bahwa Islam telah diterapkan di masyarakat heterogen dengan damai.

Jadi jelas bahwa moderasi beragama adalah upaya sistematis untuk mengerdilkan Islam dan ajarannya. Mengajarkan moderasi beragama dalam kurikulum Pendidikan bagi generasi muda Islam akan berdampak pada kaburnya pemahaman Islam yang benar dan semakin memperparah krisis identitas generasi muslim saat ini. Padahal seharusnya merekalah harapan umat ini untuk membawa Islam ke era kejayaanya sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S An Nur:55, “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang diantara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridhoi…”
Wallahu ‘lam bish-shawwab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.