Sen. Mei 17th, 2021

Teras Berita

Terarah, Aktual, Cerdas

Salah Alamat Penyematan Label Teroris

2 min read

Oleh : Hasanahummi

Belakangan ini, Indonesia dihebohkan dengan aksi terorisme. Sebut saja aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh pasutri di Gereja Katedral Makassar. Pasutri berinisial L dan YSF ini melakukan bom bunuh diri digerbang Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan sekitar pukul 10.30 WITA pada Minggu 28 Maret 2021 (Indozone, 1/4/2021).

Selang beberapa hari dari insiden itu, Rabu pada tanggal 31 Maret 2021 Mabes Polri diserang oleh seorang wanita yang mengacungkan senjata api. Wanita yang masuk ke kawasan Mabes Polri itu diketahui bernama Zakiah Aini (Indozone, 1/4/2021).

Kedua aksi terorisme tersebut sama-sama meninggalkan wasiat agar keluarganya meninggalkan riba, menolak  demokrasi dan pemilu  dan masih banyak lagi. Namun semuanya seolah memberi stigma pada muslim yang taat untuk dicurigai sebagai pelaku terorisme dengan ciri-ciri yang dilabelkan, serta membawa keresahan pada umat islam karena menjadi pembenar tindakan penggeledahan dan penangkapan muslim di berbagai tempat. Hal ini menjadi alasan  beberapa pihak untuk mengkampanyekan feminisme dan mendesakkan program moderasi beragama bahwasanya agama tidak perlu digali ilmunya secara mendalam, karena itu berbahaya.

Faktor-faktor seperti di atas yang kemudian menjadi alasan pemerintah membentuk badan tertentu yang bertugas khusus memberantas tuntas jaringan teroris agar tidak membahayakan umat muslim maupun umat beragama yang lainnya. Sayangnya alih-alih memberantas teroris di Indonesia pemerintah justru membuat stigma bahwa setiap muslim itu teroris, terlebih yang bersimbolis islam seperti mengenakan jubah, berjenggot atau bercadar, selalu sholat jamaah di masjid ataupun aktif berdakwah. Seolah-olah adanya aksi terorisme yang ada selalu dikaitkan dengan islam.

Namun sangat disayangkan semestinya umat muslim tidak berdiam diri pasrah menerima tuduhan yang disematkan kepada mereka sebagai mayoritas yang patut untuk dicurigai. Semua simbol maupun ajaran islam semuanya adalah ajaran nabi SAW yang karenanya memang harus dicontoh dan dilakukan oleh setiap muslim.

Kenapa harus islam? Padahal diluar sana masih banyak aksi-aksi yang lebih keji yang meyasar umat muslim namun pelakunya bukan disebut seorang teroris hanya disebut sebagai pelaku anarkis atau kriminal. Semua itu tidak lain adalah agenda musuh islam untuk menjauhkan muslim dari islam, agar muslim takut mengkaji islam secara mendalam.

 Islam adalah agama yang damai seperti sifat pembawanya yaitu Rosul Muhammad yang penuh kelembutan. Adapun aksi terorisme sangat dilarang dalam islam. Bunuh diri maupun pembunuhan rakyat sipil adalah tindakan keji yang tidak pernah islam ajarkan baik dalam Hadis maupun Al-Quran. Dengan demikian orang yang melakukan tindakan tersebut bukanlah seorang muslim yang taat. Maka dari itu setiap muslim patut memperdalam ilmu agama agar tidak salah dalam memahami ajaran islam yang lurus, bukan malah takut dengan kajian islam ataupun takut dibilang ekstrimis. Adanya tuduhan-tuduhan yang tidak benar atas muslim seharusnya menjadikan seorang muslim justru haus mencari kebenaran dan berupaya menjawab dengan lantang bahwasanya islam dan muslim bukanlah terorisme seperti apa yang telah dituduhkan. Wallahua’lam bisshawwab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.